Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Featured Slider Styles

Display Trending Posts

Display Instagram Footer

Dark or Light Style

Powered by Blogger.

MY OTHER BLOG

With Love,

Custom Post  Signature

Bengkulu, Indonesia

Ibu Rumah Tangga | Blogger | Buzzer | Influencer | Freelance Blog Design

PENGIKLANAN, SPONSORSHIP, GUEST POST and PRODUK REVIEW

Silahkan Email Ke :

[email protected]

   
IBX59812FB8EAF3A

Fort Marlborough, Potret Bangunan Bernilai Sejarah di Bengkulu


Fort Marlborough, Potret Bangunan Bernilai Sejarah di Bengkulu

Sejarah dan Budaya merupakan dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan dari satu wilayah. Adanya bangunan-bangunan bersejarah dan tradisi merupakan bukti yang nyata bahwa pada tempat ini pernah terjadi peristiwa penting yang memiliki nilai sejarah.

Seperti halnya Provinsi Bengkulu, banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Bengkulu seperti Fort Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, Tugu Thomas Parr, Makam Inggris, Tugu Kapten Robert Hamilton dan masih banyak lainnya. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut juga sudah tercatat sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi dan dikembangkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). 

Tentang Balai Pelestarian Cagar Budaya



Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibidang Pelestarian Cagar Budaya yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Kebudayaan.


Sebelum bernama Balai Pelestarian Cagar Budaya, lembaga ini beberapa kali berganti nama yaitu pertama kali bernama Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) pada tahun 1978, lalu pada tahun 2004 berganti nama lagi menjadi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) dan akhirnya berubah menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya pada tahun 2012


Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) memiliki 12 satuan kerja yaitu BPCB Aceh, BPCB Sumatera Barat, BPCB Jambi, BPCB Banten, BPCB D.I Yogyakarta, BPCB Jawa Tengah, BPCB Jawa Timur, BPCB Bali, BPCB Sulawesi Selatan, BPCB Gorontalo, BPCB Kalimantan Timur dan BPCB Maluku Utara.


Masing-masing satuan unit kerja memiliki wilayah kerjanya seperti halnya adalah Provinsi Bengkulu yang masuk kedalam wilayah kerja dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)  Jambi.


Tugas Balai Pelestarian Cagar Budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya memiliki tugas yaitu melaksanakan :



  • Perlindungan

  • Pengembangan

  • Pemanfaatan



Semua cagar budaya maupun yang diduga cagar budaya yang berada di wilayah kerjanya.


Fungsi Balai Pelestarian Cagar Budaya

Fungsi Balai Pelestarian Cagar Budaya adalah melaksanakan



  • Penyelamatan dan pengamanan cagar budaya

  • Pemeliharaan cagar budaya

  • Zonasi cagar budaya

  • Pengembangan cagar budaya

  • Pemanfaatan cagar budaya

  • Dokumentasi dan Publikasi cagar budaya

  • Pelaksanaan Kemitraan di bidang pelestarian cagar budaya dan yang diduga cagar budaya.



Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi



Merupakan salah satu dari ke 12 satuan unit kerja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimana wilayah kerjanya meliputi



  1. Provinsi Jambi

  2. Provinsi Sumatera Selatan

  3. Provinsi Bengkulu

  4. Bangka Belitung



Dari tahun 2015 hingga tahun 2017   BPCB Jambi dikepalai oleh Drs. Muhammad Ramli.


BPCB Jambi



BPCB Jambi berkantor pusat di Jalan Samarinda, Kotabaru 36137 Kota Jambi
Telp 074140126














Sebagai bagian dari wilayah kerja dari BPCB Jambi, Provinsi Bengkulu dan Media Center Provinsi Bengkulu baru-baru ini juga mendapat kunjungan dari BPCB Jambi, terkait kegiatan Workshop Peningkatan Karakter Peserta Didik dan Komunitas Pendidikan Melalui Internalisasi Cagar Budaya yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 September 2017 lalu di Rumah Pengasingan Bung Karno dan juga Benteng Marlborough.


Dalam kunjungan ini juga BPCB Jambi bekerjasama dengan Pemprov Bengkulu mengadakan lomba Merangkai Seni dan Tradisi dengan mengusung tema " Jejak Warisan Budaya Bengkulu dalam gerak, tutur, nada dan coretan". Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dan yang diadakan di Benteng Marlborough  dan juga Rumah Pengasingan Bung Karno yang juga merupakan bangunan sejarah yang sudah dilindungi oleh undang-undang tentang Cagar Budaya.


[caption id="" align="aligncenter" width="704"] Rumah Pengasingan Bung Karno[/caption]

Nah karena kali ini fokus tulisan saya adalah akan membahas tentang Benteng Marlborough yang merupakan salah satu bangunan bernilai sejarah yang ada di Provinsi Bengkulu, jadi jangan kemana-mana ya tetap  baca sampai akhir tulisan ini :D.


Fort Marlborough atau yang lebih dikenal dengan nama Benteng Marlborough merupakan salah satu dari sekian banyaknya peninggalan sejarah yang ada di Provinsi Bengkulu. Bangunan peninggalan Inggris ini telah termasuk kedalam bangunan yang dilindungi oleh Undang-undang No.11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.


Saat ini Benteng Marlborough merupakan salah satu wisata sejarah yang terdapat di Provinsi Bengkulu. Bangunan bernilai sejarah ini dijadikan destinasi wisata baik oleh turis domestik maupun turis mancanegara.


Sebelum jauh kita melihat isi Benteng Marlborough, saya akan mengajak kalian semua sedikit flashback pada saat benteng Marlborough ini didirikan


Sejarah Fort Marlborough



Inggris Berlabuh di Bengkulu



Benteng Marlborough adalah sebuah benteng yang didirikan oleh The British East India Company pada tahun 1713. Benteng ini dibangun sebagai pengganti Fort York yang merupakan benteng pertama yang dibangun oleh Inggris di Bengkulu.


Inggris mendarat di Bengkulu pada tahun 1685, dengan membawa kapal-kapal dagang mereka berlabuh di depan muara sungai Bengkulu. Setelah bertemu dengan Raja Muda dari Kerajaan Sungai Limau, utusan Inggris Ralp Ord dan Raja Muda mengadakan perjanjian dan kesepakatan untuk menetap dan melakukan perniagaan secara bebas di Bengkulu.


Setelah adanya kesepakatan tersebut maka dibangunlah kantor dagang atau benteng yang dinamakan Fort York.


Fort York DIDirikan



Fort York DIDirikan



Fort York didirikan di atas sebuah muara Sungai Serut yang dikelilingi oleh rawa-rawa sehingga timbul berbagai wabah penyakit menular terutama malaria. Sehingga berdampak pada banyaknya prajurit dari pegawai sipil di benteng ini meninggal karena penyakit.


Lokasi yang tidak menguntungkan dan juga kondisi bangunan yang kian memburuk akhirnya Komandan tertinggi Garnisum Kongsi Dagang East India Company Joseph Collet mengusulkan perpindahan benteng ke Carrang.


Pada tanggal 15 Mei 1714 akhirnya mereka mendapatkan persetujuan untuk mendirikan benteng baru yang diberi nama "FORT MARLBOROUGH". Inggris mendapatkan lokasi baru yang lebih besar dan letaknya yang strategis diantara sebuah bukit kecil di pinggir pantai Tapak Paderi. Pembangunan benteng ini dilakukan secara bertahap selama lima tahun, pembangunanya dikerjakan oleh arsitek dan para pekerja yang sengaja didatangkan dari India


Fort Marlborough dibangun



Pemberian nama Marlborough diambil dari nama kepala komandan militer Inggris yang terkenal “The First Duke Of Marlborough". Benteng Marlborough dibangun selama 5 tahun yaitu dari tahun 1714 - 1719 dan selama masa pembangunan benteng Marlborough dipimpin oleh 4 Governor.


Joseph Collet yang membangun dari tahun 1712 hingga tahun 1714. Pada masanya Collet membangun Dinding benteng, Gerbang utama, Blok hunian, Anjungan senjata, Bastion, Pembangunan pagar keliling, Pintu masuk, Blok hunian dari kayu, Kantor, Ruang benda berharga, Hunian akuntan, dokter, pekerja dan Perwira muda, Gudang Mesiu di Bastion Utara, Sarana Bendera, Ruang masak.


Tahun 1716 hingga 1718 Pembangunan dilanjutkan oleh Thiophilus Shyllinge (1716-1717), Richard Farmer (1717-1718) dan Thomas cooke (1718). Ketiga Governor ini melakukan berbagai renovasi terutama merenovasi bagian pertahanan yaitu dengan membangun parit pertahanan seluas 15 kaki.


ARsitektur bangunan benteng marlborough



Fort Malrborough terdiri dari beberapa bagian bangunan yaitu Ravelin, Bastion, Curtine, Glacis, dan Day Moat (parit kering).


Ravelin

Ravelin adalah bangunan pertahanan bersudut tiga, umumnya terletak didepan Curtine yang dihubungkan oleh jembatan ke arah bangunan

Bastion

Bastion adalah bagian yang menjorok keluar yang terletak pada tiap-tiap sudut benteng. Letak posisinya memungkinkan seseorang dapat menembak tanpa harus memperlihatkan dirinya dan dapat menembak ke segala arah dengan bebas.

Curtine

Curtine adalah Tembok Pertahanan utama sebuah benteng yang terletak diantara 2 bastion

Glacis

Glacis adalah Tanah miring di depan sebuah benteng yang membentang dari atas mulai parapeto terus ke bawah hingga mencapai area terbuka dengan pandangan terbuka hingga musuh yang maju berada dalam jarak tembak. Parapeto adalah dinding perlindungan pasukan di atas tembok Curtine

Dry Moat

Parit Kering

Perubahan bangunan benteng marlborough



Sejak tahun 1714 - 1825 Fort Marlborough tercatat telah direnovasi sebanyak 24 kali. Renovasi dilakukan setelah banyaknya kerusakan yang disebabkan karena serangan dan bencana alam


Renovasi Benteng 1723 -1724



Renovasi pada tahun 1723 dilakukan setelah adanya serangan Maret tahun 1719 yang dilakukan oleh Penduduk Bencoolen yang dipimpin oleh Panglima Jenggalu. Serangan ini dilakukan karena adanya serangan yang dilakukan oleh kongsi dagang.


Renovasi Benteng 1764 - 1766



Renovasi pada tahun 1764 dilakukan setelah adanya serangan yang dilakukan oleh Perancis pada tahun 1760. Perancis menguasai benteng Marlborough selama 3 tahun. Melalui Traktat Paris, akhirnya Perancis menyerahkan Benteng Marlborough kepada Inggris.


Renovasi Benteng 1782 - 1815



Renovasi karena bencana seperti gempa bumi, kebakaran dan akibat petir


Infograpis Benteng Marlborough

Infographic Fort Marlborough

Fort Marlborough, Potret Bangunan Bernilai Sejarah di Bengkulu











 

Foto-foto di samping merupakan foto yang diambil pada bagian pintu masuk Benteng Marlborough, taman di dalam Benteng Marlborough dan bagian atas Benteng Marlborough.


Jika cuaca sedang sangat bagus kalian akan merasakan betapa indahnya alam Bengkulu dan laut Bengkulu jika dilihat dari atas Benteng Marlborough.


Bagi kamu-kamu yang sangat menyukai photography kalian bisa mengeksplore banyak sekali spot-spot kece di Benteng Marlborough ini, seperti hasil jepretan dari Bang Krishna Gamawan  di samping  ini.


MAKET FORT MARLBOROUGH



Jika secara keseluruhan bangunan Benteng Marlborough dapat terlihat pada Maket dibawah ini yang dibuat pada tahun 2016 dengan skala 1 : 125.




Ruang Pamer 1



Ruang Pamer I berada di sebelah kiri bagian dalam Benteng Marlborough. Ruang ini berisi bermacam-macam peninggalan sejarah seperti  Fragmen Bata Fort York, Fragmen Genteng Fort York, Paku Bangunan Fort Marlborough, Fragmen Genteng Fort Marlborough, Fragmen Bata Fort Marlborough, Iron Cannnon Ball dan beberapa buku. Benda - Benda peninggalan sejarah ini disimpan didalam kotak kaca dalam keadaan sangat terawat.


Selain fragmen-fragmen dari bata dan genteng, dalam ruang Pamer I juga terdapat Patung Joseph Collet yang tak lain adalah Komandan tertinggi Garnisum Kongsi Dagang East India Company sekaligus Insiator pembangunan Benteng Marlborough.


Dalam ruang Pamer ini juga terdapat Maket Miniatur Arsitektur  Fort Marlborough yang dibuat pada tahun 2016. Pada Maket ini kita dapat melihat keseluruhan dari bangunan Benteng Marlborough.


7

8

9

10

11






 

Ruang Pamer 2







 

Tidak berbeda jauh dengan ruang pamer I, ruang pamer 2 yang berada tepat di sebelah ruangan Pamer I juga berisi barang-barang peninggalan sejarah seperti Fragmen Pipa Rokok (Pipe Clay) yang pertama kali di promosikan oleh Sir Walter Raleigh, Inggris pada abad ke-16.


Fragmen Botol Minuman pada masa ituyang dinamakan Onion Bottle yang terbuat dari bahan kaca, ukuran tinggi sekitar 17 cm danberat 1,39 kg.


Replika Coin East India Company. Tiga mata uang logam ini merupakan sebagian dari mata uang yang digunakan East India Company di Bengkulu, yaitu : Uang logam  Perak Fort Marlbro bernilai 2 sukus atau 1/2 dolar 1783 , Uang logam tembaga Sumatra bernilai 1 keping tahun 1786 dan uang logam tembaga Sumatra bernilai 3 keping tahun 1787.


Selain benda-benda bersejarah diatas ruang Pamer II ini memiliki keunikan tersendiri karena didalam ruangannya terdapat Diorama Ir. Soekarno dan Residen C.E Maier serta terdapat patung Sir Stamford Raffles


21618267_10209801214451980_757595744_o

21556134_10209801214491981_1638273934_o

21557159_10209801214291976_1684053216_o

21557315_10209801214211974_1702630251_o

21584135_10209801214251975_1070372262_o

21557129_10209801219492106_811790413_o (1)


Ruang Audio Visual



Ruang Audio Visual disalah satu ruangan yang ada di Benteng Marlborough. Ruangan ini digunakan untuk menayangkan Video Teaser Fort Marlborough.


Ruangan Audio Visual ini setidaknya mampu untuk menampung kurang lebih 30 orang penonton. Para pengunjung tidak akan dikenakan biaya ketika akan menonton film pendek tersebut, namun jumlah penonton minimal 15 dan harus menghubungi panitia untuk penjadwalan penggunaan ruangannya.




Credit Foto : Theoskars




Gimana ? Tertarik gak untuk dateng dan mengenal lebih dekat warisan sejarah yang satu ini.


Nah buat kamu yang belum pernah dateng ke Bengkulu atau saat ini sedang ada di Bengkulu, jangan sampe gak dateng atau  mampir ya ke wisata sejarah yang satu ini, dijamin gak bakal rugi deh :D


FORT MARLBOROUGH




  • Jl. Benteng, Kebun Keling, Tlk. Segara, Kota Bengkulu, Bengkulu 38119

  • 0878-2357-4150

  • Sunday - Saturday at 8AM–5PM



"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog dan #NulisSerempak Warisan Sejarah Budaya Bengkulu"

You Might Also Like

13 comments:

  1. Di Makassar ada Fort Rotterdam. Ternyata di Bengkulu ada Fort Marlborough. Saya senang mengajak anak ke tempat wisata sejarah. Semoga suatu saat jalan-jalan ke Bengkulu dan berkunjung ke Fort Marlborough :)

    ReplyDelete
  2. Wihhh.... keren mbak... informasinya sangat lengkap

    ReplyDelete
  3. Kece badai mbak info grafisnyaaaa... Ajarin dong ???

    ReplyDelete
  4. Paling asik kalau ajak keluarga wisata ke tempat2 bersejarah ya mbak.

    ReplyDelete
  5. Wah lengkap banget mba penjelasannya kalo ada waktu lagi aku pasti akan kembali kesana bersama keluargaku

    ReplyDelete
  6. Bengkulu beruntung ya ada Fort Marlborough

    ReplyDelete
  7. main kesini kapan pun tetap asyik ya mbak, apalagi bisa rame-rame kyak kemaren. warisan sejarah yang ada di Bengkulu ini harus terus di lestarikan..

    ReplyDelete
  8. Lengkap banget mbak infonya.. Mesti segera menjadwalkan trip ke Benteng Marlborough nih kayanya.. ^^

    ReplyDelete
  9. tempat asik buat liburan nih.. keren bgt mb.. bisa sekalian belajar sejarah juga.

    ReplyDelete
  10. Benteng yang kokoh dan masih eksis . .

    ReplyDelete
  11. Wah lengkap banget infonya
    Benteng Malborough memang peninggalan sejarah yg harus kita jaga

    ReplyDelete
  12. aku jadi gagal fokus mbak, lihat deh tuh bapak yang dari luar negeri. apa ya yang sedang dia renungkan di depan rumah Pak Karno? (penasaran)

    ReplyDelete
  13. Kalo wisata bangunan gini, selalu menarik melihat arsitekturnya. Bagus banget ya dibangunnya.

    ReplyDelete

[name=Ria Kurniasih] [img=https://res.cloudinary.com/momsodell/image/upload/c_scale,w_100/v1521106056/Momsodell.jpg] [description=Saya adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki dua orang putri, Blog ini merupakan blog pribadi yang saya kelola sendiri. Info lebih Lanjut Silahkan Email Ke : [email protected] atau Whatsapp : 0857-8901-2460] (facebook=https://www.facebook.com/momsodell) (twitter=https://www.facebook.com/delvionnas) (instagram=https://www.facebook.com/delvionna)

Follow @Infinyteam