Fort Marlborough, Potret Bangunan Bernilai Sejarah di Bengkulu

Fort Marlborough, Potret Bangunan Bernilai Sejarah di Bengkulu

Fort Marlborough, Potret Bangunan Bernilai Sejarah di Bengkulu

Sejarah dan Budaya merupakan dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan dari satu wilayah. Adanya bangunan-bangunan bersejarah dan tradisi merupakan bukti yang nyata bahwa pada tempat ini pernah terjadi peristiwa penting yang memiliki nilai sejarah. 

Seperti halnya Provinsi Bengkulu, banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Bengkulu seperti Fort Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, Tugu Thomas Parr, Makam Inggris, Tugu Kapten Robert Hamilton dan masih banyak lainnya. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut juga sudah tercatat sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi dan dikembangkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). 

Tentang Balai Pelestarian Cagar Budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibidang Pelestarian Cagar Budaya yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Kebudayaan. 
Sebelum bernama Balai Pelestarian Cagar Budaya, lembaga ini beberapa kali berganti nama yaitu pertama kali bernama Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) pada tahun 1978, lalu pada tahun 2004 berganti nama lagi menjadi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) dan akhirnya berubah menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya pada tahun 2012
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) memiliki 12 satuan kerja yaitu BPCB Aceh, BPCB Sumatera Barat, BPCB Jambi, BPCB Banten, BPCB D.I Yogyakarta, BPCB Jawa Tengah, BPCB Jawa Timur, BPCB Bali, BPCB Sulawesi Selatan, BPCB Gorontalo, BPCB Kalimantan Timur dan BPCB Maluku Utara.
Masing-masing satuan unit kerja memiliki wilayah kerjanya seperti halnya adalah Provinsi Bengkulu yang masuk kedalam wilayah kerja dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)  Jambi.

 

Balai Pelestarian Cagar Budaya memiliki tugas yaitu melaksanakan :
  • Perlindungan
  • Pengembangan
  • Pemanfaatan
Semua cagar budaya maupun yang diduga cagar budaya yang berada di wilayah kerjanya.
Fungsi Balai Pelestarian Cagar Budaya adalah melaksanakan 
  • Penyelamatan dan pengamanan cagar budaya
  • Pemeliharaan cagar budaya
  • Zonasi cagar budaya
  • Pengembangan cagar budaya
  • Pemanfaatan cagar budaya
  • Dokumentasi dan Publikasi cagar budaya
  • Pelaksanaan Kemitraan di bidang pelestarian cagar budaya dan yang diduga cagar budaya.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi

Merupakan salah satu dari ke 12 satuan unit kerja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimana wilayah kerjanya meliputi
  1. Provinsi Jambi
  2. Provinsi Sumatera Selatan
  3. Provinsi Bengkulu
  4. Bangka Belitung
Dari tahun 2015 hingga tahun 2017   BPCB Jambi dikepalai oleh Drs. Muhammad Ramli. 

BPCB Jambi

BPCB Jambi berkantor pusat di Jalan Samarinda, Kotabaru 36137 Kota Jambi Telp 074140126

Sebagai bagian dari wilayah kerja dari BPCB Jambi, Provinsi Bengkulu dan Media Center Provinsi Bengkulu baru-baru ini juga mendapat kunjungan dari BPCB Jambi, terkait kegiatan Workshop Peningkatan Karakter Peserta Didik dan Komunitas Pendidikan Melalui Internalisasi Cagar Budaya yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 September 2017 lalu di Rumah Pengasingan Bung Karno dan juga Benteng Marlborough.
Dalam kunjungan ini juga BPCB Jambi bekerjasama dengan Pemprov Bengkulu mengadakan lomba Merangkai Seni dan Tradisi dengan mengusung tema " Jejak Warisan Budaya Bengkulu dalam gerak, tutur, nada dan coretan". Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dan yang diadakan di Benteng Marlborough  dan juga Rumah Pengasingan Bung Karno yang juga merupakan bangunan sejarah yang sudah dilindungi oleh undang-undang tentang Cagar Budaya.
Rumah Pengasingan Bung Karno
Nah karena kali ini fokus tulisan saya adalah akan membahas tentang Benteng Marlborough yang merupakan salah satu bangunan bernilai sejarah yang ada di Provinsi Bengkulu, jadi jangan kemana-mana ya tetap  baca sampai akhir tulisan ini :D.
Fort Marlborough atau yang lebih dikenal dengan nama Benteng Marlborough merupakan salah satu dari sekian banyaknya peninggalan sejarah yang ada di Provinsi Bengkulu. Bangunan peninggalan Inggris ini telah termasuk kedalam bangunan yang dilindungi oleh Undang-undang No.11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.
Saat ini Benteng Marlborough merupakan salah satu wisata sejarah yang terdapat di Provinsi Bengkulu. Bangunan bernilai sejarah ini dijadikan destinasi wisata baik oleh turis domestik maupun turis mancanegara.
Sebelum jauh kita melihat isi Benteng Marlborough, saya akan mengajak kalian semua sedikit flashback pada saat benteng Marlborough ini didirikan

Sejarah Fort Marlborough

Inggris Berlabuh di Bengkulu

Benteng Marlborough adalah sebuah benteng yang didirikan oleh The British East India Company pada tahun 1713. Benteng ini dibangun sebagai pengganti Fort York yang merupakan benteng pertama yang dibangun oleh Inggris di Bengkulu.
Inggris mendarat di Bengkulu pada tahun 1685, dengan membawa kapal-kapal dagang mereka berlabuh di depan muara sungai Bengkulu. Setelah bertemu dengan Raja Muda dari Kerajaan Sungai Limau, utusan Inggris Ralp Ord dan Raja Muda mengadakan perjanjian dan kesepakatan untuk menetap dan melakukan perniagaan secara bebas di Bengkulu.
Setelah adanya kesepakatan tersebut maka dibangunlah kantor dagang atau benteng yang dinamakan Fort York.

Fort York DIDirikan

65383

Fort York DIDirikan

Fort York didirikan di atas sebuah muara Sungai Serut yang dikelilingi oleh rawa-rawa sehingga timbul berbagai wabah penyakit menular terutama malaria. Sehingga berdampak pada banyaknya prajurit dari pegawai sipil di benteng ini meninggal karena penyakit.
Lokasi yang tidak menguntungkan dan juga kondisi bangunan yang kian memburuk akhirnya Komandan tertinggi Garnisum Kongsi Dagang East India Company Joseph Collet mengusulkan perpindahan benteng ke Carrang.
Pada tanggal 15 Mei 1714 akhirnya mereka mendapatkan persetujuan untuk mendirikan benteng baru yang diberi nama "FORT MARLBOROUGH". Inggris mendapatkan lokasi baru yang lebih besar dan letaknya yang strategis diantara sebuah bukit kecil di pinggir pantai Tapak Paderi. Pembangunan benteng ini dilakukan secara bertahap selama lima tahun, pembangunanya dikerjakan oleh arsitek dan para pekerja yang sengaja didatangkan dari India
65383

Fort Marlborough dibangun

Pemberian nama Marlborough diambil dari nama kepala komandan militer Inggris yang terkenal “The First Duke Of Marlborough". Benteng Marlborough dibangun selama 5 tahun yaitu dari tahun 1714 - 1719 dan selama masa pembangunan benteng Marlborough dipimpin oleh 4 Governor.
Joseph Collet yang membangun dari tahun 1712 hingga tahun 1714. Pada masanya Collet membangun Dinding benteng, Gerbang utama, Blok hunian, Anjungan senjata, Bastion, Pembangunan pagar keliling, Pintu masuk, Blok hunian dari kayu, Kantor, Ruang benda berharga, Hunian akuntan, dokter, pekerja dan Perwira muda, Gudang Mesiu di Bastion Utara, Sarana Bendera, Ruang masak.
Tahun 1716 hingga 1718 Pembangunan dilanjutkan oleh Thiophilus Shyllinge (1716-1717), Richard Farmer (1717-1718) dan Thomas cooke (1718). Ketiga Governor ini melakukan berbagai renovasi terutama merenovasi bagian pertahanan yaitu dengan membangun parit pertahanan seluas 15 kaki.
b583ac5eb6bbfb69f8a0fb725cc42a20-linear-bottom-direction-arrow-by-vexels

ARsitektur bangunan benteng marlborough

Fort Malrborough terdiri dari beberapa bagian bangunan yaitu Ravelin, Bastion, Curtine, Glacis, dan Day Moat (parit kering).

Ravelin adalah bangunan pertahanan bersudut tiga, umumnya terletak didepan Curtine yang dihubungkan oleh jembatan ke arah bangunan

Bastion adalah bagian yang menjorok keluar yang terletak pada tiap-tiap sudut benteng. Letak posisinya memungkinkan seseorang dapat menembak tanpa harus memperlihatkan dirinya dan dapat menembak ke segala arah dengan bebas.

Curtine adalah Tembok Pertahanan utama sebuah benteng yang terletak diantara 2 bastion

Glacis adalah Tanah miring di depan sebuah benteng yang membentang dari atas mulai parapeto terus ke bawah hingga mencapai area terbuka dengan pandangan terbuka hingga musuh yang maju berada dalam jarak tembak. Parapeto adalah dinding perlindungan pasukan di atas tembok Curtine

Parit Kering

Perubahan bangunan benteng marlborough

Sejak tahun 1714 - 1825 Fort Marlborough tercatat telah direnovasi sebanyak 24 kali. Renovasi dilakukan setelah banyaknya kerusakan yang disebabkan karena serangan dan bencana alam

Renovasi Benteng 1723 -1724

Renovasi pada tahun 1723 dilakukan setelah adanya serangan Maret tahun 1719 yang dilakukan oleh Penduduk Bencoolen yang dipimpin oleh Panglima Jenggalu. Serangan ini dilakukan karena adanya serangan yang dilakukan oleh kongsi dagang.

Renovasi Benteng 1764 - 1766

Renovasi pada tahun 1764 dilakukan setelah adanya serangan yang dilakukan oleh Perancis pada tahun 1760. Perancis menguasai benteng Marlborough selama 3 tahun. Melalui Traktat Paris, akhirnya Perancis menyerahkan Benteng Marlborough kepada Inggris.

Renovasi Benteng 1782 - 1815

Renovasi karena bencana seperti gempa bumi, kebakaran dan akibat petir
65383
Infograpis Benteng Marlborough

Infographic Fort Marlborough

Foto-foto di samping merupakan foto yang diambil pada bagian pintu masuk Benteng Marlborough, taman di dalam Benteng Marlborough dan bagian atas Benteng Marlborough.
Jika cuaca sedang sangat bagus kalian akan merasakan betapa indahnya alam Bengkulu dan laut Bengkulu jika dilihat dari atas Benteng Marlborough.
Bagi kamu-kamu yang sangat menyukai photography kalian bisa mengeksplore banyak sekali spot-spot kece di Benteng Marlborough ini, seperti hasil jepretan dari Bang Krishna Gamawan  di samping  ini.

MAKET FORT MARLBOROUGH

Jika secara keseluruhan bangunan Benteng Marlborough dapat terlihat pada Maket dibawah ini yang dibuat pada tahun 2016 dengan skala 1 : 125.

Ruang Pamer 1

Ruang Pamer I berada di sebelah kiri bagian dalam Benteng Marlborough. Ruang ini berisi bermacam-macam peninggalan sejarah seperti  Fragmen Bata Fort York, Fragmen Genteng Fort York, Paku Bangunan Fort Marlborough, Fragmen Genteng Fort Marlborough, Fragmen Bata Fort Marlborough, Iron Cannnon Ball dan beberapa buku. Benda - Benda peninggalan sejarah ini disimpan didalam kotak kaca dalam keadaan sangat terawat.
Selain fragmen-fragmen dari bata dan genteng, dalam ruang Pamer I juga terdapat Patung Joseph Collet yang tak lain adalah Komandan tertinggi Garnisum Kongsi Dagang East India Company sekaligus Insiator pembangunan Benteng Marlborough. 
Dalam ruang Pamer ini juga terdapat Maket Miniatur Arsitektur  Fort Marlborough yang dibuat pada tahun 2016. Pada Maket ini kita dapat melihat keseluruhan dari bangunan Benteng Marlborough.

Ruang Pamer 2

Tidak berbeda jauh dengan ruang pamer I, ruang pamer 2 yang berada tepat di sebelah ruangan Pamer I juga berisi barang-barang peninggalan sejarah seperti Fragmen Pipa Rokok (Pipe Clay) yang pertama kali di promosikan oleh Sir Walter Raleigh, Inggris pada abad ke-16. 
Fragmen Botol Minuman pada masa ituyang dinamakan Onion Bottle yang terbuat dari bahan kaca, ukuran tinggi sekitar 17 cm danberat 1,39 kg.
Replika Coin East India Company. Tiga mata uang logam ini merupakan sebagian dari mata uang yang digunakan East India Company di Bengkulu, yaitu : Uang logam  Perak Fort Marlbro bernilai 2 sukus atau 1/2 dolar 1783 , Uang logam tembaga Sumatra bernilai 1 keping tahun 1786 dan uang logam tembaga Sumatra bernilai 3 keping tahun 1787. 
Selain benda-benda bersejarah diatas ruang Pamer II ini memiliki keunikan tersendiri karena didalam ruangannya terdapat Diorama Ir. Soekarno dan Residen C.E Maier serta terdapat patung Sir Stamford Raffles

 

Ruang Audio Visual

Ruang Audio Visual disalah satu ruangan yang ada di Benteng Marlborough. Ruangan ini digunakan untuk menayangkan Video Teaser Fort Marlborough. 
Ruangan Audio Visual ini setidaknya mampu untuk menampung kurang lebih 30 orang penonton. Para pengunjung tidak akan dikenakan biaya ketika akan menonton film pendek tersebut, namun jumlah penonton minimal 15 dan harus menghubungi panitia untuk penjadwalan penggunaan ruangannya.
Credit Foto : Theoskars
Gimana ? Tertarik gak untuk dateng dan mengenal lebih dekat warisan sejarah yang satu ini.
Nah buat kamu yang belum pernah dateng ke Bengkulu atau saat ini sedang ada di Bengkulu, jangan sampe gak dateng atau  mampir ya ke wisata sejarah yang satu ini, dijamin gak bakal rugi deh 😀

 

FORT MARLBOROUGH

  • Jl. Benteng, Kebun Keling, Tlk. Segara, Kota Bengkulu, Bengkulu 38119
  • 0878-2357-4150
  • Sunday - Saturday at 8AM–5PM

11 Comments

  1. Ria mustika fasha 2 weeks ago

    Wah lengkap banget infonya
    Benteng Malborough memang peninggalan sejarah yg harus kita jaga

  2. Aang verianto 2 weeks ago

    Benteng yang kokoh dan masih eksis . .

  3. Ambar Pravita 2 weeks ago

    tempat asik buat liburan nih.. keren bgt mb.. bisa sekalian belajar sejarah juga.

  4. Anindita Ayu 2 weeks ago

    Lengkap banget mbak infonya.. Mesti segera menjadwalkan trip ke Benteng Marlborough nih kayanya.. ^^

  5. Kuma Seo 2 weeks ago

    main kesini kapan pun tetap asyik ya mbak, apalagi bisa rame-rame kyak kemaren. warisan sejarah yang ada di Bengkulu ini harus terus di lestarikan..

  6. Mira Kaizen 2 weeks ago

    Bengkulu beruntung ya ada Fort Marlborough

  7. Nur Azizah 2 weeks ago

    Wah lengkap banget mba penjelasannya kalo ada waktu lagi aku pasti akan kembali kesana bersama keluargaku

  8. elva susanti 2 weeks ago

    Paling asik kalau ajak keluarga wisata ke tempat2 bersejarah ya mbak.

  9. Komi Kendy 2 weeks ago

    Kece badai mbak info grafisnyaaaa… Ajarin dong ???

  10. Junita Susanti 2 weeks ago

    Wihhh…. keren mbak… informasinya sangat lengkap

  11. Ndy Pada 2 weeks ago

    Di Makassar ada Fort Rotterdam. Ternyata di Bengkulu ada Fort Marlborough. Saya senang mengajak anak ke tempat wisata sejarah. Semoga suatu saat jalan-jalan ke Bengkulu dan berkunjung ke Fort Marlborough 🙂

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*